Showing posts with label Dunia Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Dunia Otomotif. Show all posts

Sunday, November 3, 2019

LUARR BIASA...!! KONTRIBUSI YAMAHA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

SOSIALISASI KURIKULUM SMK BINAAN YAMAHA - Kontribusi Yamaha Terhadap dunia pendidikan sangat Luar biasa. 

Yamaha menggelar kegiatan sosialisasi kurikulum yang dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2019 di SMK AL FALAH Tanjungjaya kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut sebelumnya dilaksanakan oleh Pihak Yamaha Education DDS 2 Jabar di SMK Binaan area, Cirebon, Kuningan, Bandung dan Karawang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program SMK VOKASI untuk membangun Link and Match antara SMK dengan industri. 
Dalam kegiatan ini dihadiri Bapak Doddy Nursusanto ( Koordinator After Sales DDS 2), Bapak Ari ( Kurikulum Education PT YIMM), Bapak Dodih Sutriono ( Yamaha Education DDS 2 Jabar) serta Kaprog dan Wakasek Kurikulum dari 12 SMK wilayah Garut, Tasik, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. 
Dalam kegiatan ini Pihak Yamaha Education mensosialisasikan materi pembelajaran baru berdasarkan KI KD yang sesuai SKKNI, yang sebelumnya buku materi baru tersebut sudah dibagikan kesetiap SMK Binaan. Penyusunan materi kurikulum baru ini dilakukan oleh pihak Yamaha untuk mempermudah dan membatu para guru produktif Teknik Sepeda Motor dalam penyampaian materi terhadap peserta didiknya. Materi baru tersebut dicetak oleh pihak Yamaha jadi buku pembelajaran yang kemudian dibagikan kesemua SMK binaan grade A, B dan C. selain materi berbentuk buku, yamaha juga membagikan materi pembelajaran berupa dokumen soft file berbentuk Power Point, sehingga sangat memudahkan guru untuk menyampaikan materi dikelas dan mudah dipahami oleh peserta didik.  Kontribusi Yamaha terhadap dunia pendidikan khusus nya SMK sangat luar biasa, disamping materi, KI KD , bimbingan teknis para guru produktif juga diberikan pelatihan training dan di fasilitasi magang guru. 
#Yamahajabar
#yamahagassspooll
#sosialisasikurikulum









Tuesday, August 20, 2019

Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan Kelas XI Teknik Sepeda Motor

Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan Kelas XI Teknik Sepeda Motor - Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor materi yang kedua adalah tentang sistem pelumasan , yaitu materi KD 3.2 Memahami prinsip kerja sistem pelumasan, KD 4.2 Merawat berkala sistem pelumasan.  Pada kesempatan ini saya akan mengulas materi tentang sistem pelumasan pada mesin sepeda motor. 


Berikut ini Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan

A. TUJUAN SISTEM PELUMASAN

Pada saat mesin sepeda motor dalam kondisi hidup, beberapa kompponen dalam mesin bergerak dan saling bergesekan. Contohnya piston akan bergesekan dengan dinding cylinder body, Gesekan antara komponen tersebut akan menimbulkan panas, pemuaian dan keausan pada komponen mesin. Oleh karena itu sistem pelumasan sangat dibutuhkan untuk menjaga komponen mesin agar tetap bekerja dengan baik.

Tujuan dari sistem pelumasan adalah untuk membentuk lapisan oli pada bagian - bagian komponen mesin yang saling bergesekan supaya mesin tetap bekerja dengan baik dan awet.

B. FUNGSI SISTEM PELUMASAN 

Sistem pelumasan sangat penting bagi mesin, karena pelumasan merupakan sistem yang menunjang kinerja mesin bekerja dengan baik.

Berikut ini adalah fungsi sistem pelumasan :

1. Sebagai Anti Gesek / Anti - Friction Effect
Saat mesin hidup komponen mesin bergerak saling bersinggungan dan bergesekan, gesekan tersebut akan menambah beban putaran mesin dan akan menimbulkan kerusakan. Dengan adanya sistem pelumasan, gaya gesek antar komponen akan hilang karena adanya lapisan oli antara dua komponen yang saling bergesekan. sehingga lapisan oli tersebut bekerja sebagai anti gesek pada komponen mesin.

2. Sebagai Perapat / Sealing Effect
Fungsi sistem pelumasan yang kedua adalah sebagai perapat / sealing effect pada celah ring piston untuk mencegah kebocoran   kompresi. Celah antara ujung ring piston, piston dan cylinder body akan tertutup rapat oleh lapisan oli sehingga tidak akan terjadi kebocoran tekanan kompresi melalui celah tersebut. 


3. Sebagai Pembersih / Cleaning Effect
Fungsi sistem pelumasan pada mesin selanjutnya adalah berfungsi sebagai pembersih pada bagian komponen mesin, mencegah penumpukan jelaga dan karbon yang melekat pada mesin. Kandungan dalam oli mesin terdapat zat detergen yang dapat mengikat jelaga dan kotoran pada komponen mesin. 

4. Sebagai Pendingin / Cooling Effect
Fungsi sistem pelumasan selanjutnya adalah sebagai pendingin, dimana oli mesin ini bekerja menyerap panas pada komponen mesin. Oli akan meredam anas pada komponen mesin yang ditimbulkan karena proses pembakaran dan gesekan. Oli mesin yang membawa panas akan didinginkan kembali pada bagian carter atau bak oli oleh airan udara dari luar. 

5. Anti Karat / Rust - Inhibiting effect
Oli akan membentuk lapisan oli pada komponen mesin yang berfungsi untuk melindungi part dari proses korosi yang disebabkan udara, gas dan air.

6. Sebagai Bantalan / Buffer Effect
Pin piston, pin connecting rod, gear yang menahan topangan berat yang dipusatkan pada titik tertentu misalnya antara coneccting rod dan pin piston menerima pukulan pada yang cukup berat pada saat langkah usaha. Pukuluan beban berat tersebut akan menimbulkan kelelahan pada bagian  bagian logam tersebut. Fungsi lapisan oli antara pin piston dan connecting rod tersebut bekerja sebagai bantalan untuk mengurangi gaya pukul saat langkah usaha.

C. JENIS SISTEM PELUMASAN PADA MESIN 4 TAK

Jenis sistem pelumasan pada mesin 4 langkah adalah sebagai berikut :

1. Sistem Pelumasan Basah
Pada sistem pelumasan ini oli mesin berada didalam bak mesin, oli pada bak mesin disirkulasikan oleh pompa oli melalui lubang sirkulasi oli. Jenis sistem pelumasan ini banyak digunakan pada jenis sepeda motor pada umumnya, misalnya Yamaha V xion, Byson dll.

2. Sistem Pelumasan Kering
pada jenis sistem pelumaan ini, Oli mesin ditampung terpisah dalam tangki oli dan disirkulasikan dengan tekanan pompa melalui saluran yang sama dengan sistim basah. setelah melakukan pelumasan, oli kembali ke crankcase dan dialirkan kembali ke tangki oli oleh pompa. adapun kopling dan transmisi dilumasi oleh cipratan oli yang mengalir kembali ke crankcase. Contoh mesin sepeda motor yang menggunakan sistem pelumasan ini adalah Suzuki Satria FU

D. KOMPONEN SISTEM PELUMASAN 

Komponen sistem pelumasan antara lain adalah sebagai berikut : 
1. Pompa Oli
Pompa oli berfungsi untuk memompa / menekan oli mesin ke seluruh komponen  mesin melaui lubang sirkulasi oli. Pompa oli bekerja pada saat mesin hidup.

Jenis Pompa Oli : 
- Trochoid pump, Jenis pompa ini terdiri dari inner rotor dan outer rotor yang berputar dalam satu poros. putaran inner rotor lebih cepat dari pada outer rotor. 



- Gear Pump, Jenis pompa ini terdiri dari 2 gear saling bersinggungan. kedua gear tersebut berputar dengan kecepatan yang sama dalam poros yang berbeda. 

2. Filter Oli / Saringan Oli
Saringan oli / Filter Oli berfungsi untuk menyaring oli dari kotoran debu maupun partikel kecil pada mesin. 
Jenis Filter oli / Saringan oli: 
- Saringan oli Strainer, berfungi menyaring oli dari partikel kecil sebelum masuk ke pompa oli. material ini terbuat dari anyaman kawat tipis. bentuk saringan ini ada yang berbentuk segi empat dan ada juga yang berbentuk mangkok.


- Sarinagn oli Element, berfungsi menyaring oli mesin sebelum disirkulasikan kebagian komponen mesin oleh pompa oli. Bahan material sarinagn ini terbuat dari kertas 


- Saringan Oli Sentrifugal, Jenis saringan ini terdapat pada poros engkol, bekerja menyaring oli mesin dengan cara gaya sentrifugal. 


3. Lubang Sirkulasi Oli, Lubang sirkulasi adalah lubang aliran oli yang terdapat di blok mesin atau crank case dan komponen mesin. 
4. Nozle, berfungsi menyemprotkan oli ke bagian piston dan conecting rod


Terimakasih, semoga bermamfaat. 

Gudang Imajinasi


Wednesday, July 31, 2019

Materi pembelajaran terbaru memahami prinsip kerja mekanisme katup Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Kelas XI

Materi Pembelajaran Terbaru Memahami Prinsip Kerja Mekanisme Katup Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Kelas XI - Mekanisme katup merupakan serangkaian komponen mesin 4 langkah yang saling berhubungan untuk menggerakan katup masuk maupun katup buang sesuai dengan watu bukaan katup. Pada artikel ini akan membahas tentang mekanisme katup pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor paket keahlian teknik dan bisnis sepeda motor.

Gambar Contoh Mekanisme Katup 


Berikut pembahasan tentang Mekanisme katup mesin 4 langkah pada Sepeda Motor

Tujuan Pembelajaran : 
a. Siswa dapat menjelaskan Prinsip Kerja Mekanisme Katup
c. Siswa dapat Menyebutkan jenis penggerak mekanisme katup
b. Siswa dapat menjelaskan nama dan fungsi komponen mekanisme katup


A. PRINSIP KERJA MEKANISME KATUP

   Mekanisme katup merupakan serangkaian komponen mesin 4 langkah yang saling berhubungan untuk menggerakan katup masuk maupun katup buang sesuai dengan watu bukaan katup. sedangkan katup adalah komponen mesin 4 langkah yang berfungsi untuk menutup dan membuka lubang sistem pemasukan campuran bahan bakar maupun sistem pembuangan sesuai waktu bukaannya. ketika mesin hidup, katup bergerak naik turun membuka dan menutup sesuai durasi waktu bukaan yang diatur oleh komponen mekanisme katup. 
    Prinsip kerja mekanisme katup adalah ketika mesin hidup putran poros engkol diteruskan ke camshaft melaui cam chain dan gear cam sprocket. cam shaft tersebut berputar untuk menggerakan rocker arm, gerakan putaran camshaft berubah menjadi gerak naik turun pada rocker arm, sehingga pada saat rocker arm turun batang klep tertekan dan menyebabkan klep terbuka. ketika posisi rocker arm naik, valve spring akan menarik kembali posisi katup ke atas, sehingga kondisi katup tertutup kembali.  gerakan naik turun rocker arm tersebut menyababkan klep intake maupun exhause terbuka dan tertutup. 
    Durasi dan waktu bukaan klep tersebut diatur oleh camshaft melalui bentuk cam. putaran camshaft dengan putaran crankshaft yang dihubungkan oleh cham chain diatur melaui perbangingan jumlah gigi pada cam sprocket. perbandingan jumlah gigi antara gigi penggerak pada crankshaft dan cam sprocket 1 : 2. sehingga ketika poros engkol berputar 1 kali, maka camshaft akan berputar 1/2 putaran.

Video Cara Kerja dan Jenis Mekanisme Katup 


B. TIPE PENGGERAK MEKANISME KATUP

Tipe penggerak mekanisme katup pada umumnya ada empat macam yaitu :
1. Side Valve (SV)

2. Over Head Cam Shaft (OHV)
Ciri pada tipe penggerak katup ini 
- Posisi camshaft berada dibawah  
- Camshaft dan rocker arm dihubungkan oleh push rod
- Tidak menggunakan rantai keteng / cam chain
.  
   Gambar penggerak katup OHV

3. Single Over Head Camshaft (SOHC)
Tipe penggerak ini banyak digunakan pada mesin sepeda motor seperti Mio, Supra series, Shogun, Jupiter Series, Yamaha R 15, Tiger, Mega Pro. Ciri penggerak katup ini adalah : 
- Putaran Crank shaft dihubungkan ke camshaft melalui rantai keteng / cam chain
- Menggunakan satu camshaft 
- Posisi camshaft berada di tengah terletak di cylinder head
- Camshaft menggerakan rocker arm yang kemudian menekan katup
    Gambar penggerak katup SOHC

4. Double Over Head Camshaft (DOHC)
Tipe penggerak katup ini banyak digunakan pada tipe motor dengan volume cylinder yang besar seperti sepeda motor Yamaha R25, CBR, Satria 4, Kawasaki NInja 250, CB 150 dll. Penggerak katup ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
- Memilik 2 camshaft dan 2 cam sprocket
- Posisi Camshaft terletak pada cylinder head
- Masing-masing katup digerakan langsung oleh camshaft
- tidak menggunakan rocker arm 
Gambar penggerak katup DOHC

C. KOMPONEN MEKANISME KATUP DAN FUNGSINYA

Rangkaian komponen mesin yang saling berhubungan untuk menggerakan dan mengatur buka tutup katup masuk dan buang sesuai durasi dan waktunya disebut mekanisme katup. Komponen - komponen yang termasuk pada mekanisme katup tersebut adalah sebagai berikut : 

1. Cam chain / Rantai keteng 
    Rantai keteng memiliki fungsi sebagai penghubung putaran dari crank shaft ke cam shaf / noken as, saat mesin hidup putaran crank shaft diteruskan oleh cam chain untuk menggerakan mekanisme katup pada cylinder head.

2. Lifter Tensioner 
    Lfter Tensioner berfungsi untuk menjaga / mempertahankan kekencangan ratai keteng, sehingga rantai keteng tetap bekerja dengan baik. Jika kondisi rantai keteng / cam chain kendor maka akan menimbulkan engine noise atau suara tidak norma pada mesin. 
3. Chain Guide / Guide Stoper 
    Chain Guide / Guide stoper berfungsi sebagai penuntun rantai keteng, sehingga gerakan rantai keteng saat bekerja tetap lurus tidak bergerak ke samping.

4. Cam Sprocket
    Cam sprocket berfungsi untuk meneruskan putaran dari crank shaft ke camshaft yang dihubungkan oleh cam chain, jumlah gigi pada cam sprocket 2 kali lebih banyak dari jumlah gigi gear penggerak pada crankshaf. 
5. Cam Shaft / Noken As
    Cam shaft / Noken As berfungsi untuk mengatur waktu bukaan katup intake maupun exhause melalui sudut cam. Ketika mesin hidup maka cam shaft berputar dan menggerakan rocker arm melaui bentuk tonjolan cam.

6. Valve Spring 
    Valve spring berfungsi untuk menarik katup keatas sehingga katup menutup dengan sempurna dan tidak terjadi kebocoran kompresi. valve spring bekerja menarik kembali posisi katup tertutup setelah posisi rocker arm brgerak keatas. 

7. Katup 
    Katup menerima tekanan dan panas yang sangat tinggi sehingga material katup harus memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Katup pada mesin 4 tak terdiri dari katup masuk dan katup buang, fungsi katup sendiri adalah menutup dan membuka lubang pemasukan dan pembuangan berdasarkan timing yang diatur oleh camshaft. 
8. Valve Steam seal / Seal Katup 
    Valve steam seal / seal katup berfungsi untuk mencegah kebocoran oli mesin ke ruang bakar, material seal ini terbuat dari karet yang tahan panas 

9. Rocker Arm 
    Rocker arm berfungsi untuk mengubah gerak putar camshaft menjadi gerakan naik turun yang diteruskan ke katup.Rocker arm terpasang pada sebuah pin pada cylinder head. masing - masing katup masuk dan katup buang memiliki satu rocker arm. pada rocker arm terdapat valve adjusting / baud penyetel celah katup sehingga celah antara rocker arm dan ujung batang katup bisa disetel.



Terimaksih sudah mengunjungi web kami, semoga bermamfaat. 

www.gudangimajinasi.com











Tuesday, June 25, 2019

RUMUS MENGHITUNG BESARNYA BUKAAN AREA KLEP MASUK / VALVE INTAKE AREA

RUMUS MENGHITUNG BESARNYA BUKAAN AREA KLEP MASUK / VALVE INTAKE AREA - Apakah sobat pernah dengar valve intake area ? valve intake area adalah besarnya lubang pemasukan terbuka saat klep masuk dalam posisi terbuka atau turun. saat klep masuk turun maka lubang pemasukan akan mulai terbuka, besarnya area bukaan tersebut dinamakan valve intake area. Klep Masuk / Valve intake berfungsi untuk mengatur sistem pemasukan dengan cara kerja membuka dan menutup lubang pemasukan campuran bahan bakar.


Gambar 1. Valve Intake Area

Apa Pengaruh besarnya Area Bukaan Katup Masuk Terhadap Tenaga Mesin 4 Tak ??


Besarnya Valve Intake Area akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, semakin besar valve intake terbuka makan semakin banyak pula campuran bahan bakar yang masuk keruang bakar. berikut pengaruh besarnya Valve intake are trhadap tenaga mesin 

1. Jika Valve Intake Area terlalu kecil maka pengaruhnya adalah : 

    - Konsumsi bahan bakar terlau sedikit 
    - Mengakibatkan mesin cepat panas dan kurang tenaga
    - Mesin mudah knocking

2. Jika Valve Intake Area terlau Besar

   - Konsumsi bahan bakar terlalu banyak / boros
   - Kurang tenaga pada putaran rendah - menengah
   - Banyaknya bahan bakar yang tidak terbakar mengakibatkan nembak - nembak
   - Ruang bakar mudah berkerak 

Inilah Rumus Menghitung Besarnya Area Bukaan Klep Masuk / Valve intake : 

Langkah Menghitung Valve intake Area : 
contoh soal : 
1. hitunglah besarnya valve lift seperti pada gambar diatas , dengan ukuran dibawah ini 
    Diketahui :  
    A = 3 cm         D = 0,05 cm
    B = 6 cm         d = 2 cm
    x  = 4  cm       N = 1
    y  = 6 cm
       

1. Menghitung Camlift ( C ) 
    Rumus  :   C =  y - x

    Jawab  :     C  = 6 - 4
                       C =  2

2. Menghitung Valve Lift ( H ) 
   Rumus   :   H =  ( C x B/A ) - D

    Jawab   :    H  =  ( 2 x 6/3 ) - 0,05
                      H  =  4 - 0,05 
                      H  =  3,95 

3. Menghitung Luas Valve Intake Area
   Rumus   :   LAE = 



   
  Jawab     :    LAE =  3,14 x 2 x 3,95 . 1 
                      LAE =  24, 805 cm2 (centi meter persegi)

Terimakasih, semoga bermamfaat



Thursday, April 25, 2019

CARA MEMERIKSA SENSOR SUHU MESIN ATAU EOT/ECT PADA SEPEDA MOTOR INJEKSI

CARA MEMERIKSA SENSOR SUHU ATAU ECT/EOT PADA SEPEDA MOTOR INJEKSI - Sensor suhu mesin pada sepeda motor injeksi disebut juga ECT (Engine Coolent Temperatur Sensor) atau EOT (Engine Oil Temperatur Sensor). Sensor ini berfungsi mendeteksi atau membaca kondisi suhu mesin yang akan dikirim berupa sinyal ke ECU (Engine Control Unit). Dalam sistem bahan bakar injeksi suhu mesin sangat berpengaruh terhadap jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor. Sehingga suhu mesin harus terdeteksi oleh ECU untuk menghasilkan proses pembakaran yang baik dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. 

Gambar Sensor ECT / EOT


Bagaimana cara memeriksa sensor suhu mesin yang benar ??


Sebelumnya saya sudah jelaskan dasar-dasar sensor injeksi pada artikel Mengenal dasar - dasar sensor pada sepeda motor injeksi, pada kesempatan ini mari kita bahas bagaimana cara memeriksa sensor suhu mesin. berikut langkah - langkah memeriksa sensor suhu mesin : 

Alat dan bahan yang dibutuhkan : 

- Termometer

- Multimeter

- Air coolent

- Mangkok stainles

- Kunci 17 ring


Berikut langkah memeriksa sensor suhu atau ECT/EOT : 
1. Lepaskan sensor ECT dengan kunci ring 17 dari mesin ( Tangani sensor dengan hati-hati jangan sampai terjantuh dan terbentur dengan keras karena benda ini sensitif )

2. Periksa tahanan sensor ECT/EOT dengan cara 
    - Kalibrasi multitester dengan posisi selektor pada Î© × 100, 
    - Rendam sensor ECT/EOT pada mangkok stainles yang sudah diisi air coolent kemudian                      panaskan
    - Masukan Termometer untuk memastikan suhu air coolent tsb 
    - Setelah suhu air coolent mencapai 80 °C , pasangkan terminal multitester ke dua terminal sensor.
    - Jika hasil ukur tahanan sensor mencaopai 310–326 Ω, maka sensor tersebut masih normal. 

Keterangan Gambar : 
1. Sensor ECT
2. Air Coolent
3. Thermometer

Nah itu cara memeriksa sensor suhu mesin guys , semoga bermamfaat. Terimakasih sudah mampir di blog ini.

BACA JUGA : Belajar multimeter untuk pemula
                       

Wednesday, April 10, 2019

MEMPELAJARI KOMPONEN - KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN SEPEDA MOTOR UNTUK SMK TEKNIK SEPEDA MOTOR

SISTEM PENGAPIAN SEPEDA MOTOR - Sepeda motor adalah kendaraan yang menggunakan mesin motor bakar, dimana putaran mesin dihasilkan dari perubahan energi kalor menjadi energi mekanik. Motor bakar ini termasuk pada mesin pembakaran dalam atau Internal combustion engine yaitu mesin yang proses pembakarannya terjadi didalam mesin itu sendiri ( ruang bakar). Campuran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar dimampatkan atau dikompresikan oleh piston dari TMB ke TMA sehingga tekanannya menjadi tinggi dan suhunya naik, beberapa (8-15) derajat sebelum piston mencapai TMA busi akan memercikan api sehingga terjadi ledakan akibat dari proses pembakaran. Ledakan tersebut akan mendorong piston kembali ke TMB, proses kerja tersebut merupakan sumber tenaga mesin. Disinilah fungsi sistem pengapian ini yaitu untuk menghasilkan loncatan bunga api pada busi dengan waktu pengapian yang tepat
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa faktor yang mendukung mesin motor bakar hidup adalah sistem bahan bakar yang baik, tekanan kompresi yang baik dan sistem pengapian yang baik.

 Bagaimana Terjadinya Proses Pengapian pada Mesin Sepeda Motor ??




Gambar Proses Pengapian Pada Ruang Bakar
Sebelum kita bahas proses kerja sistem pengapian, kita ketahui dulu macam - macam sistem pengapian pada sepeda motor : 

1. Sistem Pengapian konvensional

yaitu sistem pengapian yang masih menggunakan contact breaker atau platina untuk mengatur timing pengapiannya. Namun jenis sistem pengapian ini sudah jarang digunakan lagi pada kendaraan sepeda motor.

2. Sistem Pengaapian  Elektronik / Capacitor Discharge Ignition (CDI)

yaitu sistem pengapian yang menggunakan perangkat elektronik seperti Capasitor, SCR Trystor yang terdapat pada CDI untuk mengatur timing pengapian. Sistem pengapian CDI merupakan sistem pengapian elektronik yang bekerja dengan memanfaatkan pengisian (charge) dan pengosongan (discharge) muatan kapasitor. Proses pengisian dan pengosongan muatan kapasitor dioperasikan oleh saklar elektronik seperti halnya kontak platina (pada sistem pengapian konvensional).

Karena sistem pengapian konvensional jarang lagi digunakan, maka kita kupas tuntas tentang sistem Pengapian Elektronik.

Sistem pengapian elektronik terbagi menjadi 2 macam berdasarkan sumber arusnya, yaitu :

1.  Pengapian DC CDI 

Sistem pengapian ini menggunakan sumber arus DC baik itu dari baterai maupun dari alternator yang sudah melalui dioda pada komponen kiprok sebagai penyearah arus. Pada umumnya sistem pengapian in banyak digunakan pada jenis sepeda motor. 
Berikut adalah komponen sistem pengapian DC CDI :

2. Pengapian AC CDI

Sistem pengapian ini menggunakan sumber arus AC yang berasal dari alternator, yaitu tepatnya dari exiter coil. ketika magnet berputar maka exiter coil ini akan menghasilkan arus listrik yang diteruskan CDI


Komponen sistem pengapian

- Baterai
  Berfungsi sebagai sumber arus yang di suplai ke CDI untuk untuk menghasilkan percikan api pada     busi.



- Kunci Kontak dan sikring
  Berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus sistem pengapian dari baterai.


- Magnet / Rotor
  Sebagai pembangkit listrik pada pulser coil / pick up coil melalui reluctor ( tonjolan pada magnet)


- Pulser Coil / Pick Up Coil,
 lilitan coil yang menghasilkan listrik melalui reluctor pada magnet untuk memberikan sinyal     pengapian ke CDI. Saat magnet berputar maka reluctor akan melalui pulser coil sehingga akan       membangkitkan arus listrik yang diteruskan ke CDI.


-DC CDI 
 Adalah komponen electronik yang berfungsi untuk mengatur timing pengapian berdasarkan sinyal   yang diterima dari pulser coil.



- Ignition Coil
 Koil pengapian menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk menyalakan api dari busi.   terdiri dari 2 lilitan yang mengelilingi inti besi.Saat diberi tegangan AC, pada gulungan primary       (bagian dalam), tegangan menjadi berlipat ganda pada gulungan secondary. yang mana kelipatannya   sesuai dengan perbandingan gulungan Primary dan Secondary. 



- Cup Busi
 Cup busi berfungsi untuk meneruskan tegangan tinggi dari ignition coil ke busi dan mencegah   terjadinya kebocoran percikan api. Cup busi sangat berpengaruh terhadap kualitas pengapian.


- Busi
Busi berfungsi untuk mengubah tegangan tinggi dari ignition coil menjadi laoncatan bunga api antara elektroda untuk proses pembakaran pada ruang bakar. Busi terdiri 2 jenis yaitu, tipe busi panas dan tipe busi dingin.







Tuesday, April 9, 2019

MATERI PEMBELAJARAN SISTEM KOPLING SEPEDA MOTOR

MATERI PEMBELAJARAN SISTEM KOPLING SEPEDA MOTOR untuk SMK - Sepeda motor merupakan salah satu kendaraan yang menggunakan mesin motor bakar sebagai sumber putaran dan tenaga untuk memutarkan roda belakang. Proses pembakaran bada mesin akan menghasilkan gerak bolak balik piston yang berubah menjadi gerak putar pada poros engkol. Putaran poros engkol tersebut dinamakan putaran mesin. Putaran mesin inilah yang nantinya dibutuhkan untuk menggerakan roda belakang sehingga sepeda motor dapat melaju. 

Pada artikel ini saya akan mengulas terlebih dahulu fungsi dan jenis kopling sepeda motor. Sebagai ilustrasi dibawah ini adalah gambar animasi komponen mesin sepeda motoor mulai dari piston sampai dengan sprocket gear penggerak rantai


Apa Fungsi Sistem Kopling Pada Mesin Sepeda Motor ??

Dari ilustrasi gambar kompenen mesin diatas putaran mesin dari poros enggol diteruskan oleh komponen kopling ke pemindah daya yaitu tranmisi yang kemudian di teruskan ke penggerak roda belakang. sistem kopling berperan sebagai penurus putaran dari poros engkol ke sistem pemindah daya. Berikut ini adalah fungsi dari sistem kopling yaitu : 

1. Meneruskan dan memutuskan putaran dari poros engkol ke transmisi (perseneling)      ketika mulai atau pada saat mesin akan berhenti atau memindahkan gigi. 

Putaran  mesin tidak selamanya terhubung pada sistem pemindah daya / tranmisi, adakalanya sepeda motor harus berhenti dalam kondisi tertentu. misanya, saat kita berada dilampu merah maka kita harus berhenti namun mesin tetap hidup sedangkan transmisi dalam kondisi masuk gigi, disini lah fungsi kopling untuk memutuskan putaran mesin ke tranmisi. ketika lampu hijau, maka kendaraan harus mulai melaju maka sistem kopling akan menghubungkan putaran mesin ke tranmisi. 

2. Memperhalus atau mempermudah saat pengoperasian pemindah gigi tranmisi, 

Pada saat pengoperasian gigi, putaran mesin harus terputus ke sistem tranmisi supaya perpindahan gear tranmisi mudah dan lebih halus. maka disinilah peran kopling akan memutuskan putaran dari poros engkol ke tranmisi.

3. Meneruskan putaran mesin ke tranmisi secara perlahan - lahan tanpa hentakan,

Pada saat awal start atau awal jalan kopling akan menghubungkan putaran mesin ke tranmisi secara berlahan supaya tidak terjadi hentakan secara mendadak sehingga sepeda motor melaju secara perlahan dengan halus.  


Apa saja Jenis Kopling pada Sepeda Motor ??

A. Jenis kopling sepeda motor berdasarkan cara kerjanya : 

1. Kopling Manual 



2. kopling Otomatis Sentrifugal 



B. Jenis kopling berdasarkan kontruksinya

1. Kopling Tipe Piringan / Disk

    Tipe kopling manual terdiri dari beberpa plat kopling dan piber kopling seperti pada gambar no 1 diatas. 

2. Tipe Kopling Sepatu Sentrifugal

    Tipe kopling ini bekerja berdasarkan gaya sentrifugal terdiri dari sepatu sentrifugal dan rumah kopling seperti pada gambar no 2 diatas. 

3. Tipe kopling V-belt

    Kopling tipe ini terdiri dari puly penggerak dan V Belt, dimana putaran dari poros engkol dari puly Primary ke puly secondary menggunakan sabuk V belt.






nahhh itu adalah fungsi dan jenis kopling pada sepeda motor ,, artikel selanjutnya tentang " Komponen dan Cara Kerja Kopling Sepeda Motor".
biar gak ketinggalan, silahkan ikuti blog ini yaaa..

Terimakasih..



Saturday, April 6, 2019

Materi Pembelajaran "Sistem Suspensi Sepeda Motor"

Sistem Suspensi Sepeda Motor





Sistem suspensi adalah sebuah komponen kendaraan bermotor yang menghubungkan bagian roda ke Rangka yang dilengkapi dengan peredam kejut. Pada umumnya sistem suspensi berfungsi untuk meredam atau mengurangi guncangan / kejutan yang di sebabkan karena permukaan jalan yang tidak rata atau bergelombang.ada dua macam suspensi yang terdapat pada sepeda motor, yaitu suspensi depan dan suspensi belakang. keduanya mempunyai fungsi yang sama namun kontruksinya berbeda.

Bagaimana kontruksi suspensi depan sepeda motor ??


Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang suspensi depan, Sistem suspensi depan sepeda motor merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan system kemudi, karena kontruksi suspensi depan
terangkai menjadi satu kesatuan dengan kemudi.Ada dua jenis tipe suspensi depan yaitu : 

1. Suspensi jenis teleskopic
Sistem suspensi depan jenis telescopic paling banyak digunakan pada sepeda motor jenis sport, bebek, dan scooter. Suspensi jenis ini bekerja berdasarkan pergerakan turun naik pipa garpu yang mendapat bantuan tekanan pegas dan sebagai fungsi damping (peredam).

 
Gambar 1.  Suspensi Depan
Konstruksi suspensi depan sangat lah sederhana yaitu seperti pada gambar dibawah ini :
 
Gambar 2. Kontruksi Suspensi Depan 

Bagaimana cara kerja suspensi depan ?? - Gerakan peredaman pada system suspensi adalah diperoleh dari gerakan piston dan aliran oli pada tabung suspensi, jika suatu piston yang ada aliran olinya atau piston yang bergerak ke atas dan kebawah dan didalamnya ada seal cylinder, oli harus mengalir melalui lintasan oli dalam piston, tetapi mengalirnya tertahan oleh aliran oli. pergerakan naik turun piston dalam suspensi akan teredam karena adanya hambatan aliran oli. sehingga hal tersebut dapat memperlambat gerakan naik turun Outer rotor. berikut cara kerjanya :
A. Langkah tekan :
Pada saat pipa gatpu bergerak secara telescop pada gerakan menekan (langkah kompresi), oli pada ruangan B mengalir melalui lubang orifice pada pipa garpu menuju ruangan C, sementara oli di dalam ruangan B juga menekan. rebound valve dan kembali ke atas menuju ruangan A. Tahana dari oli yang mengalit inilah yang akan meredam gerakan kejut pada saat gerakan menekan
 
Gambar 3. Cara Kerja Suspensi Ketika Menekan Kebawah 


B. Langkah tarik 
Pada langkah tarik, oli dalam ruangan A mengalir menuju ruangan C, melalui lubang orifice yang berada pada begian atas fork piston, dari proses tersebut akan di hasilkan tahanan yang berfungsi sebagai damping force (tenaga redam) sebagai pengontrol gerak naiknya pegas.
 
Gambar 3. Cara Kerja Suspensi Ketika Menekan Keatas

2. Suspensi Tipe Bottom Link
Jenis ini mempunyai konstruksi lengan ayun yang terpasang pada poros roda depan. biasa jenis suspensi ini digunakan pada motor lama contohnya Honda 70, Asdap dll

 
 Gambar 4. Tipe Suspensi Bottom Link

Hal Yang mempengaruhi kinerja suspensi terasa keras : 
1. Kapasitas oli terlalu banyak
2. Viscositas oli terlalu kental
3. Inner tube sudah bengkok
4. Per sudah keras.

Hal Yang mempengaruhi suspensi depan terlalu lemah :
1. Kapasitas oli shock kurang
2. Viscositas oli shock terlau encer
3. Per sudah pendek atau lemah

Nah itu sedikit ulasan tentang suspensi depan ya Gan... semoga bermampaat
Terimakasih